Tampilkan postingan dengan label Berita Lintas Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lintas Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Tokoh Dunia Yang Meninggal Dalam Keadaan Miskin

1. Christopher Columbus

 
mencapai kebesaran ketika tiba di benua baru, New World di tahun 1492. Tapi sesudah pelayarannya yang ke 3 ke Amerika, sponsornya, Raja Spanyol, tidak puas dengan kinerja Columbus sebagai gubernur di koloni baru tersebut n membawanya pulang dengan di rantai. Dalam tahun2 terakhir hidupnya, penjelajah besar ini sering tak punya uang untuk membeli makanan. Ia meninggal di tahun 1506.

10 negara berpenduduk terpadat di dunia

Sebagian besar di antara kita cukup beruntung untuk tinggal di negara dengan banyak ruang terbuka luas dan beberapa tetangga yang ramah. Tetapi ada beberapa negara yang sangat padat penduduknya. Ini adalah daftar sepuluh negara paling padat penduduknya di dunia...

1. Monaco

Monako adalah Negara yang paling padat penduduknya dan merupakan negara merdeka terkecil ke dua didunia,dengan jumlah penduduk hanya 32.410 dan luas 1,96 kilometer persegi (485 hektar).Monaco merupakan negara terkecil didunia berbahasa prancis.

Jumat, 20 Mei 2011

5 Tempat Wisata Pantai yang Indah dan Mempesona di Dunia

Banyak sekali wisata pantai yang indah dan mempesona di planet bumi tercinta ini. Bagi anda yang gemar berwisata terutama di daerah pantai dan ingin menikmati suasana pantai agar bisa berjemur dan indahnya panta berikut ini ada 6 tempat wisata pantai yang sangat indah dan mempesona :


1. The Maldives – India, Sri Lanka

Minggu, 01 Mei 2011

Moammar Khadafy dan Para Gadisnya

LIBYA

AP Photo/Andrew Medichini
Pemimpin Libya Moammar Khadafy didampingi salah seorang pengawal perempuan disambut Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi (tengah, membelakangi kamera) saat berkunjung ke Roma, Italia, 10 Juni 2009. Khadafy menarik perhatian dunia karena sikapnya yang flamboyan, keras, dan penuh kontroversi, mulai dari kengototannya tinggal di tenda saat berkunjung ke luar negeri, hingga pasukan pengawal perempuan yang selalu mengawalnya ke mana pun dia pergi.
Pascal S Bin Saju
Sejak pecah aksi protes massa pada 15 Februari 2011 di Libya, Moammar Khadafy menjadi pergunjingan publik internasional setiap hari hingga kini. Nama Khadafy menjadi ”kata kunci” aksi unjuk rasa, konflik politik, kekerasan, perang saudara, dan intervensi militer koalisi Barat yang terjadi di Libya.

Tunisami Politik dan Kekuatan "Crowdsourcing"

GERAKAN RAKYAT MESIR

DAHONO FITRIANTO
Bayi itu lahir sudah. Setelah 30 tahun dicengkeram kekuasaan absolut ”presiden seumur hidup”, bayi kedaulatan rakyat telah lahir di Mesir dalam aksi yang mencengangkan seluruh dunia.
Rakyat telah mendobrak tembok rasa takut itu xdan bayi ini telah lahir. Apakah dia bayi lelaki atau perempuan? Akan kami beri ASI atau susu bubuk? Bagaimana kami akan membesarkan dia? Ke mana kami akan menyekolahkannya? Kami belum tahu semua itu, tetapi yang jelas bayi ini sudah lahir,” tutur Gameela Ismail (44), tokoh jurnalis televisi Mesir, kepada majalah Newsweek edisi 7 Februari 2011.
Banyak pengamat senada dengan Ismail. Apa pun yang akan terjadi setelah ini tak akan mengembalikan Mesir yang lama. ”Kalian semua telah mengambil kembali hak-hak kalian. Apa yang telah kita mulai tak bisa disurutkan lagi,” seru pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei di hadapan puluhan ribu warga Mesir di Alun-alun Tahrir, Kairo, Minggu (30/1) malam.

Gonjang-ganjing Ambruknya Ben Ali

TUNISIA
Kompas, Rabu, 19 Januari 2011 | 03:18 WIB

Pentas politik Tunisia masih gonjang-ganjing dengan ambruknya begitu cepat rezim Zine al-Abidine Ben Ali. Persoalan yang dihadapi Tunisia saat ini adalah mereka tidak memiliki partai atau figur oposisi kuat yang siap menjadi alternatif bagi rakyat Tunisia. Rezim Ben Ali selama ini rupanya berhasil menindas partai atau tokoh yang berpotensi menjadi penantangnya.
Suatu hal yang terjadi saat ini adalah kebingungan dan anarkisme pasca-ambruknya dengan sangat cepat rezim Ben Ali itu.

Dua Presiden Saling Usir


Kompas, Senin, 3 Januari 2011 | 03:17 WIB

Abijan, Minggu - Dua tokoh Pantai Gading, Laurent Gbagbo dan Alassane Ouattara, yang sama-sama mengklaim sebagai presiden, mulai saling mengusir. Ancaman mereka sudah menjurus pada adu kekuatan fisik yang lebih luas, dan hal itu menggelorakan lagi perang saudara.
Hingga Sabtu (1/1) tensi konflik politik akibat dualisme kepemimpinan di tingkat presiden di Pantai Gading, menyusul sengketa atas hasil pemilu 28 November 2010, makin tinggi. Presiden petahana Laurent Gbagbo dan tokoh oposisi Alassane Ouattara tetap saling mengklaim sebagai presiden meski komunitas internasional dan Komisi Pemilu Nasional mengakui Ouattara.

Sumiyati dan Gemerincing Remitansi

Kompas, Jumat, 19 November 2010 | 05:05 WIB

Wahyu Susilo
Penganiayaan yang dialami Sumiyati, buruh migran asal Dompu, Nusa Tenggara Barat—mulutnya digunting oleh majikan di Arab Saudi—untuk kesekian kali terjadi pada perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Dalam satu-dua hari ini, tetapi tidak lebih dari hitungan minggu, kita akan dibombardir oleh keprihatinan mendalam dari para pejabat dan janji-janji untuk menuntaskannya. Minggu-minggu selanjutnya janji-janji itu menguap sampai kita diharu biru oleh kasus serupa berikutnya

10 Orang Terkaya di Dunia 2010


carlos slim helu 10 Orang Terkaya di Dunia 2010
Steve Forbes, direktur, CEO dan Kepala Redaksi Majalah Forbes telah mengadakan konferensi pers di , Amerika Serikat, 10 Maret 2010 lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2010 inipun majalah bisnis Amerika tersebut merilis daftar orang terkaya di dunia terbaru.
Daftar yang disusun tahun ini menunjukkan kenaikan jumlah , yakni 1.011 orang, dibandingkan 793 tahun lalu meski tak sebanyak tahun 2008 yang mencapai 1.125. Dalam daftar tampak pula bahwa orang-orang terkaya di dunia masih didominasi warga AS, yakni sebesar 40 persen. Meski begitu, angka ini turun dibandingkan persentase tahun lalu yang besarnya 45 persen.

Rusia Menerima NATO


Kompas, Sabtu, 13 November 2010 | 03:15 WIB

Seoul, Jumat - Rusia menyatakan siap bekerja sama dengan NATO untuk membangun sistem pertahanan peluru kendali guna melindungi wilayah Eropa. Rusia juga menyatakan ingin melupakan Perang Dingin dan merancang kerja sama strategis dengan bekas seteru utamanya itu.
Pernyataan Rusia itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov di sela-sela KTT G-20 di Seoul, Korea Selatan, Jumat (12/11).
Lavrov mengatakan, Rusia terbuka terhadap kerja sama pembangunan perisai antirudal ini asal negara tersebut diakui sebagai mitra sejajar. ”Kemitraan strategis harus dibangun dengan landasan kesetaraan,” katanya.

MYANMAR
Pendukung Tunggu Pembebasan Aung San Suu Kyi
Kompas, Sabtu, 13 November 2010 | 03:12 WIB
AP PHOTO
Sejumlah pelajar sekolah dan orang dewasa berjalan melewati pendukung tokoh prodemokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang memajang potret Suu Kyi di sepedanya saat sejumlah aktivitas dan juga kalangan wartawan tengah berkumpul di luar barikade polisi, di luar rumah Suu Kyi (tempat tahanan rumahnya) di Yangon, Myanmar, Jumat (12/ 11).

YANGON, JUMAT - Walau belum ada pernyataan resmi dari pemerintahan junta militer Myanmar soal pembebasan tokoh demokrasi sekaligus oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi (65), surat pembebasannya disebut-sebut telah ditandatangani pimpinan junta militer.
Menurut wakil Suu Kyi di Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Tin Oo, itu diketahuinya dari salah seorang sumber di dalam pemerintahan. Sumber itu menyebut Jenderal Than Shwe telah menandatangani surat pembebasan Suu Kyi.

Chavez Promosikan Tertuduh


Kompas, Sabtu, 13 November 2010 | 03:11 WIB

Caracas, Jumat - Presiden Venezuela Hugo Chavez kembali memperlihatkan sikap menantang Amerika Serikat. Kali ini ia mempromosikan Henry Rangel Silva, salah satu perwira tingginya, menjadi panglima militer. Padahal, AS memastikan, Rangel terlibat perdagangan narkotika dan senjata ilegal.
”Jenderal Henry Rangel saat ini sedang menjabat Kepala Komando Operasi Strategis (EOC) dan akan dipromosikan ke jabatan tertinggi militer secepatnya pada Sabtu ini,” kata Chavez di Caracas, ibu kota negara, Kamis (11/11).

China dan Brasil Hambat Trik Barat

PERTEMUAN IKLIM TIANJIN
Kompas, Minggu, 10 Oktober 2010 | 03:37 WIB
AP PHOTO
Sebuah cerobong asap dari pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara pada suatu malam di Changchun, timur laut China, awal September lalu. Sebagai penghasil gas rumah hijau, China dianggap oleh kalangan luas internasional sebagai penghambat dalam KTT perubahan cuaca di Kopenhagen, Denmark, tahun lalu

Simon Saragih
Tak ada titik temu dalam pertemuan di Tianjin, mulai 4 Oktober, soal cara menurunkan suhu global. Negara maju lebih menuntut penurunan suhu global dengan pelestarian hutan oleh negara berkembang. Penyebab 20 persen pemanasan global ini menjadi fokus perhatian negara maju, yang tidak lagi begitu memedulikan Protokol Kyoto.

China Terus Kecam RUU AS


Kompas, Sabtu, 2 Oktober 2010 | 03:32 WIB

BEIJING, KAMIS - Perseteruan dagang antara dua raksasa, Amerika Serikat dan China, terus berlanjut. Beijing bereaksi keras atas lolosnya RUU soal pengenaan sanksi dagang terhadap China. Beijing menyatakan, lolosnya rancangan HR 2378, RUU itu, akan membahayakan hubungan kedua negara.
China menyatakan HR 2378, yang menuduh China memanipulasi kurs yuan, jelas-jelas melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Perdagangan China, Yao Jian, di Beijing, Jumat (1/10).
Sehari sebelumnya kecaman juga sudah disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu.

Kim Jong Un Dicibir Habis-habisan

SUKSESI

Kompas, Sabtu, 2 Oktober 2010 | 03:27 WIB

Seoul, Jumat - Promosi besar-besaran Kim Jong Un di berbagai posisi politik strategis di Korea Utara menguatkan dugaan ia akan menjadi ahli waris takhta di negara itu. Namun, hal itu ditanggapi negatif oleh masyarakat Korea Selatan.
Saat foto Jong Un untuk pertama kali dipublikasikan, Kamis (30/9), warga Korsel ramai-ramai memberikan komentar sinis tentang sosoknya yang gemuk. ”Hampir semua warga Korut mati karena kelaparan, tetapi apa yang mereka makan sampai bisa jadi gendut-gendut seperti itu?” tulis seorang warga di sebuah portal internet paling populer di Korsel, Nate, seperti dikutip Agence France Presse, Jumat (1/10).

Polisi Serang Presiden
Kompas, Sabtu, 2 Oktober 2010 | 03:23 WIB
AP PHOTO/DOLORES OCHOA
Presiden Ekuador Rafael Correa mengenakan masker gas. Correa terjebak di tengah para polisi yang marah di markas kepolisian di Quito, Ekuador, Kamis (30/9). Negara dinyatakan dalam keadaan darurat setelah kejadian itu.

Quito, Jumat - Ratusan polisi Ekuador menyerang Presiden Rafael Correa dengan tembakan gas air mata di ibu kota Quito, Kamis (30/9). Setelah terjebak di Rumah Sakit Polisi Nasional, Correa dapat diselamatkan dari amukan polisi yang mengepungnya selama 12 jam.

Kim Jong Il, Si Eksentrik yang Kejam

KOREA UTARA

Kompas, Rabu, 29 September 2010 | 03:22 WIB

Tidak sedikit pemimpin yang dibunuh, dikudeta karena kejam, tak demokratis. Namun, tidak demikian dengan Kim Jong Il (68). Bahkan, dia berencana meneruskan kekuasaan kepada putranya, Kim Jong Un. Kakek, anak, dan kemungkinan besar cucu akan terus menjadi pemimpin.
Kim bahkan berhasil mencuatkan citranya ke dunia luar sebagai orang yang eksentrik, sekaligus ayah yang playboy. Secara politik, dia piawai, orang suka atau tidak.

Jepang Tak Mau Minta Maaf


Kompas, Senin, 27 September 2010 | 03:24 WIB

Tokyo, Minggu - Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Minggu (26/9), menegaskan, pihaknya sama sekali tidak berniat meminta maaf kepada China. Jepang menyebut tuntutan China, agar Jepang meminta maaf dan memberikan ganti rugi, sama sekali tidak berdasar dan tidak bisa diterima.
”Senkaku adalah wilayah Jepang. Dari sudut pandang itu, permintaan maaf atau pemberian ganti rugi sama sekali tidak terpikirkan,” kata Perdana Menteri (PM) Kan. ”Saya tidak berniat memenuhi (tuntutan itu) sama sekali,” lanjut Kan.

Sabtu, 30 April 2011

Nasionalisme di Balik Visi Pembangunan

CHINA

Kompas, Senin, 27 September 2010 | 03:32 WIB
AP PHOTO
Kereta cepat China meluncur di jalur khusus antara Shanghai dan Hangzhou di kota Jiaxing, Provinsi Zhejiang, 1 September.


China telah menyalip Jepang sebagai kekuatan perekonomian nomor dua di dunia. Posisi AS sebagai kekuatan ekonomi nomor satu dunia tidak lama lagi akan tergusur. Namun, para pembuat kebijakan dan pengamat perlu menelaah hal di balik keunggulan, kegigihan, ataupun kelemahan China.
Sejarah China sendiri sesungguhnya menunjukkan munculnya sejumlah pemuda pelopor dengan jiwa nasionalisme gaya China sejak abad ke-19. Niatnya, melawan agresi Barat, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, AS, dan Jepang.